Persyaratan puasa
Persyaratan puasa wajib adalah kondisi yang harus dipenuhi selama puasa.

Persyaratan ini harus dipenuhi sebelum layanan cepat dilakukan. Baik saat puasa wajib di bulan Ramadhan atau saat puasa di Sunnah.

Syarat Wajib Puasa

Syarat Wajib Puasa

Jika syarat puasa wajib tidak dipenuhi atau tidak dipenuhi, puasa menjadi tidak valid atau sia-sia. Bahkan puasanya tidak akan menerima pahala dari Allah, tetapi dosa.

Persyaratan wajib untuk puasa untuk bulan puasa Ramadhan adalah sama dengan untuk puasa Sunnah, satu-satunya perbedaan adalah waktu proses.

Jika bulan puasa wajib Ramadhan dilakukan selama bulan Ramadhan selama 1 bulan penuh. Sedangkan puasa sunnah dilakukan setiap saat agar sesuai dengan waktu berbuka sunnah.

Contoh:

Contoh lengkap di : https://suhupendidikan.com

Senin puasa sunnah hanya dilakukan pada hari Senin dan Kamis.
Puasa Sunah Daud puasa dalam satu hari dan tidak puasa pada hari berikutnya, kemudian puasa lusa dan seterusnya.
Puasa Sya’ban Sunnah hanya dilakukan selama bulan Sya’ban.
Puasa Syawal dilakukan di Syawal.
Layanan puasa memiliki persyaratan tertentu. Jika persyaratan ini tidak dipenuhi, puasa tidak valid.

Persyaratan puasa wajib terdiri dari 5, yaitu:

  • Muslim.
  • Baligh.
  • Semangat sehat.
  • Bisa berlari cepat.
  • Suci dari menstruasi dan setelah kelahiran (untuk wanita).
  • Berikut ini adalah persyaratan untuk puasa wajib, terutama puasa wajib (puasa Ramadhan).

Persyaratan puasa wajib

1: Muslim
Persyaratan-wajib-cepat-untuk-satu-agama-Islam

Persyaratan wajib pertama untuk berpuasa adalah Islam. Puasa syariah adalah untuk umat Islam karena puasa adalah salah satu rukun Islam yang perlu diterapkan. Oleh karena itu umat Islam wajib berpuasa di bulan Ramadhan.

Jika ada non-Muslim yang menjalankan puasa, seperti yang diajarkan Islam, maka puasa tidak sah (dalam yurisprudensi Islam).

Namun, jika agama selain Islam juga memiliki aturan dan ajaran puasa, maka aturan tersebut juga diatur oleh agama-agama ini.

Islam tidak ada hubungannya dengan itu. Karena itu, puasa tidak terkait dengan agama selain Islam, meskipun puasa memiliki sifat dan karakter yang sama.

Dalam pandangan Islam, hadiah puasa diberikan kepada umat Islam. Selain itu, pengenaan hukum (Taklif) pada puasa dalam Islam hanya ditentukan untuk umat Islam.

Islam tidak menyiratkan puasa bagi orang selain Islam. Jika seseorang ingin puasanya menjadi Islami secara hukum, maka ia harus masuk Islam dengan cara ini.

Sementara agama-agama selain Islam juga memerintahkan puasa untuk umatnya, itu baik-baik saja menurut agama.

Kesimpulannya, validitas suatu tindakan pantas dan sesuai dengan agama yang dicakup oleh kemanusiaan.

Seperti Muslim, puasa ke Islam berlaku ketika memenuhi berbagai kondisi dan pilar yang dinyatakan dalam yurisprudensi Islam. Sementara itu, puasa komunitas agama tertentu juga benar jika mereka memenuhi persyaratan yang berbeda dan memahami agama ini sesuai.

Dengarkan dan baca: Kata-Kata Bijak Islam

Persyaratan Puasa Wajib 2: Baligh
Persyaratan-Wajib-cepat-ke-2-Sudah-Baligh

Tugas puasa yang kedua sudah lebih berat dari itu. Baligh adalah ketika seseorang telah mencapai kedewasaan (secara fisik).

Artinya, seseorang yang disebut pubertas adalah orang yang secara fisik sudah matang dan bekerja. Pada pria, usia pubertas dimulai sekitar 13 tahun. Sementara itu, usia pubertas dimulai untuk wanita sekitar usia 9 tahun.

Namun, standar usia tidak dapat ditentukan karena tidak semua orang sama. Terkadang ada pria yang berusia 13 tahun. Demikian pula, terkadang ada wanita yang memasuki masa pubertas sebelum berusia sembilan tahun.

Lebih khusus lagi, usia normal pubertas dalam keadaan alami. Jika seorang pria, maka ia telah memiliki mimpi basah (mimpi memberi sperma) saat seorang wanita telah menstruasi.

Pria tidak harus berusia 13 tahun untuk mendapatkan air mani, dan kadang-kadang wanita tidak harus berusia 9 tahun untuk menstruasi.

Seorang pria yang telah mengalami mimpi basah telah mencapai usia remaja dan dibebani oleh hukum dalam Islam. Setiap pria mengalami fase ini ketika dia masih remaja. Itu keadilan, karena sesuai dengan alam.

Jika ada seseorang yang tidak pernah memiliki mimpi basah, meskipun ia lebih dari biasanya. Namun demikian, itu harus diteruskan ke para ahli, karena kemungkinan anomali